MGZ8MWJ8NWF5MGpbMWB6LGZ6M6MkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE101

Felix Siauw : Cara Allah Mengajar Hamba-Nya (Bagian 1)

Parawangsa - 24 Juni 2019, satu WA datang ke saya dari nomor yang nggak dikenal. Baru esok harinya ketika senggang, saya mengenali itu nomor kakak kandung saya

Saya nggak pernah menyimpan nomor kakak-adik saya, khususnya yang satu ini, Freddy namanya, menyebut nama saja malas, saya lebih dari benci kepadanya

Masa kecil tak ada yang saya ingat kecuali dendam. Disakiti sejak kecil namun tak bisa membalas, itu yang membuat saya akhirnya berbeda 180% dengan dia

Freddy bertato, merokok, kuliah diluar negeri, gonta-ganti pacar, antingan. Saya? semua yang tidak dia lakukan, sebab saya benci dia dan semua yang dia lakukan


Mau Jaket Balap "Laskar Pembela Islam" Seperti Ini ?
Klik Disini : Jaket Balap LPI

Di WA itu, saya terkejut, ini pertanyaannya:

Orang yang berusaha memenuhi kebutuhan janda dan orang miskin, pahalanya seperti mujahid fii sabilillah atau seperti orang yang rajin puasa di siang hari dan rajin tahajud di malam hari - HR Bukhari Muslim

Tulisnya, "Lix ini maksudnya gimana? Ada referensi yang bisa gue pelajari?". Sontak saya jawab, dan kirimkan 11 buku ringan baginya untuk mengenal Islam

2 Agustus 2019, malam itu gempa melanda Jawa Barat dan sekitarnya, WA dari Freddy lagi: "Kau lagi di BDG?". Rupanya dia juga sedang tugas di Bandung

Baca Juga : Felix Siauw : Cara Allah Mengajar Hamba-Nya (Bagian 2)
Baca Juga : Felix Siauw : Cara Allah Mengajar Hamba-Nya (Bagian 3)

Harusnya malam itu kita berjumpa dan bicara, tapi saya terlalu lelah. Akhirnya esok harinya kita berjumpa di event ShafMuslimah, saya undang Freddy untuk hadir

Kajian dimulai sebelum Freddy hadir, dan saya tak sadar kalau selama pembicaraan 1 jam itu, kakak saya mendengarkan. Kemudian kita bawa dia naik ke panggung

Dia menceritakan, bahwa wajar saya membencinya, sebab hal masa lalu. Dia menceritakan, saat ini respect dengan Islam, bahwa di sekelilingnya banyak yang Muslim

Kata-kata "assalamu'alaikum" "alhamdulillah", "insyaAllah", mudah keluar darinya. Awkward, saya mengharu. Tertampar, begini cara Allah mengajari saya

Bersambung ke part 2
Share This Article :
5054450585924679077